Wisata

Napak Tilas Jakarta Tempo Doeloe di Museum Taman Prasasti

A

Penulis

Administrator

Terbit

06 April 2026

Dibaca

22x

Estimasi

3 Menit

Napak Tilas Jakarta Tempo Doeloe di Museum Taman Prasasti

Museum Taman Prasasti yang berasa di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, merupakan salah satu destinasi wisata sejarah di ibukota. Berbeda dengan museum pada umumnya yang berada di dalam bangunan tertutup, museum ini menghadirkan pengalaman ruang terbuka yang menyimpan jejak panjang perjalanan Batavia pada masa kolonial. Di antara pepohonan rindang dan deretan batu nisan kuno, pengunjung diajak menelusuri kisah masa lalu yang tersimpan dalam setiap prasasti dan monumen memorial.


Pada awalnya, kawasan ini merupakan pemakaman umum terbesar di Batavia yang dikenal dengan nama Kebon Jahe Kober. Pemakaman ini dibangun pada tahun 1795 oleh pemerintah Hindia Belanda dan diperuntukkan bagi pejabat tinggi, bangsawan, serta masyarakat Eropa yang tinggal di Batavia. Pada masanya, area ini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi tokoh-tokoh penting, termasuk Olivia Mariamne Raffles, istri pertama Thomas Stamford Raffles. Seiring perkembangan kota dan keterbatasan lahan, pemakaman ini kemudian ditutup pada tahun 1975. Dua tahun kemudian, tepat pada 9 Juli 1977, kawasan ini diresmikan sebagai Museum Taman Prasasti oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin.


Memasuki area museum, suasana tempo dulu langsung terasa. Deretan nisan batu bergaya Eropa klasik berdiri kokoh dengan detail pahatan yang artistik. Setiap prasasti menyimpan kisah tentang kehidupan masyarakat Batavia pada abad ke-18 hingga awal abad ke-20. Ornamen seperti malaikat, mahkota, perisai keluarga, hingga simbol heraldik menjadi penanda status sosial para tokoh yang dimakamkan di tempat ini. Keunikan tersebut menjadikan Museum Taman Prasasti bukan hanya sebagai ruang edukasi sejarah, tetapi juga galeri seni arsitektur memorial di ruang terbuka.


Salah satu daya tarik utama museum ini adalah koleksi makam dan memorial tokoh-tokoh penting. Selain makam Olivia Mariamne Raffles, terdapat pula memorial Soe Hok Gie, aktivis mahasiswa yang dikenal kritis dan idealis pada era 1960-an. Museum ini juga menyimpan koleksi yang sangat bersejarah, yaitu peti jenazah asli Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta, yang menjadi salah satu koleksi favorit pengunjung. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat melihat kereta jenazah antik, miniatur makam tradisional dari berbagai provinsi di Indonesia, serta prasasti tertua yang berasal dari abad ke-18.


Berjalan menyusuri setiap sudut museum menghadirkan pengalaman napak tilas sejarah yang berbeda. Suasana tenang, jalur pejalan kaki yang teduh, serta hamparan prasasti yang menjadikan museum ini cocok sebagai destinasi wisata sejarah, edukasi, maupun fotografi heritage.


Hingga saat ini, Museum Taman Prasasti tetap menjadi salah satu destinasi wisata pilihan di Jakarta Pusat yang bisa dikunjungi pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga wisatawan umum. Museum ini menjadi pengingat bahwa Jakarta tidak hanya menyimpan gedung-gedung modern, tetapi juga warisan sejarah yang penting untuk terus dikenang dan dilestarikan.


Informasi Praktis

Alamat: Jl. Tanah Abang I No.1, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat

Jam Operasional: Selasa–Minggu

Pukul 09.00–15.00 WIB

Senin tutup

Harga Tiket:

Dewasa: Rp10.000

Pelajar/Mahasiswa: Rp3.000–Rp5.000