Atraksi seni kreatif di ruang publik kembali hadir melalui gelaran Melodi di Cikini, yang diselenggarakan selama dua hari pada Kamis–Jumat (20–21/11) di Taman Ismail Marzuki (TIM). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Pusat dalam menghadirkan ruang ekspresi yang inklusif, hiburan publik, serta membuka kesempatan kolaborasi bagi komunitas seni dan pelaku ekonomi kreatif.
Hari pertama dibuka dengan penampilan Radit Rama, Agung, Angel, dan sejumlah musisi lainnya yang sukses membuat suasana hangat di tengah gerimis sore. Meski hujan tipis sempat turun, pengunjung tetap bertahan sambil bernyanyi bersama dan menikmati setiap alunan hingga acara usai yang menunjukkan antusiasme yang tidak surut oleh cuaca.Ruang kreativitas semakin hidup dengan hadirnya Komunitas Doodle Art, yang melakukan live doodling langsung di lokasi. Aktivitas ini menarik perhatian pengunjung yang terpesona menyaksikan proses ilustrasi yang dikerjakan spontan dan penuh karakter.
Tak hanya itu, Sudin Parekraf Jakarta Pusat juga menggandeng Toto BS, olahragawan yang dikenal sebagai seniman tercepat di Indonesia. Sebagai pembuka acara, Toto BS menampilkan live sketch wajah Kasudin Parekraf Jakarta Utara, Shinta Nindyawati. Ia kemudian melanjutkan sesi dengan melukis wajah para pengunjung yang ingin membawa pulang pengalaman seni personal. Kehadirannya memberikan nuansa interaktif yang jarang ditemui di ruang publik. Selain pertunjukan seni, bazar fashion dan tenant kuliner turut memeriahkan area TIM. Pengunjung dapat menikmati ragam produk UMKM, baik fashion maupun kuliner, yang menambah warna pada Melodi di Cikini.
Memasuki hari kedua, Melodi di Cikini kembali berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan yang tetap semangat menghadirkan musik, kreativitas, dan interaksi di ruang publik. Selama dua hari penyelenggaraan, acara ini berhasil menghadirkan suasana yang hangat, terbuka, dan penuh energi bagi warga yang hadir.
Melalui kegiatan seperti Melodi di Cikini, diharapkan ruang publik di Jakarta Pusat semakin menjadi wadah kolaborasi, pertumbuhan kreatif, serta apresiasi seni yang terus berkembang dari waktu ke waktu.